Lompat ke konten

Wahai Rasulullah, Kami Rindu Selalu Rindu



Madinah

Ratusan jemaah berdesakan saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Semua mengucap sholawat, menumpahkan rasa rindu yang luar biasa.

detikHikmah berkesempatan melaksanakan umrah bersama Jennaira Group Operated by Tima Wisata. Kami menyambangi Makkah dan Madinah di awal Ramadan 1445 Hijriah.

Madinah, kota suci ini menjadi tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW. Maka tak pernah sepi setiap harinya, para jemaah dari berbagai penjuru bumi datang untuk berziarah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, makam Nabi Muhammad SAW berada di Masjid Nabawi. Penandanya adalah kubah berwarna hijau.

Makam Nabi Muhammad SAWMakam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi yang ditandai dengan kubah hijau. Foto: Afif Farhan/detikHikmah

Pintu masuk ke makam Nabi Muhammad SAW adalah Al Salam Gate, pintu nomor satu. Para jemaah sudah berbaris rapi, sudah membasahi lisannya mengirim sholawat.

Para askar pun akan bertugas merapikan barisan. Jika terlalu penuh, maka bakal ‘dipecah’ agar tidak terlalu penuh sesak.

Makam Nabi Muhammad SAWJemaah berdesakan masuk makam Nabi Muhammad SAW Foto: Afif Farhan/detikHikmah

Begitu kaki ini melangkah ke dalam, jantung semakin berdebar. Setelah melewati Raudhah, barulah terlihat makam Sang Baginda Nabi Muhammad SAW yang tersimpan di dalam pagar pembatas.

Ada tiga makam di sana. Selain makam Nabi Muhammad SAW, terdapat makam sahabat-sahabatnya yakni Abu Bakar ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Para jemaah terus bersholawat dan memberi salam ke arah makam Nabi Muhammad SAW. Tak sedikit dari mereka berlinang air mata, menahan rasa rindu yang teramat luar biasa besarnya.

Pun tak sedikit yang mengeluarkan ponsel, untuk mengabadikan momen. Momen tiada dua, berziarah ke makam kekasih-Nya Allah SWT.

Makam Nabi Muhammad SAWMakam Nabi Muhammad SAW Foto: Afif Farhan/detikHikmah

Terpisah ribuan tahun silam, kisah-kisah Nabi Muhammad SAW tersimpan rapi dalam hadits-hadits dan menjadi panutan dalam kehidupan.

Akhlak-akhlaknya begitu mulia, tak lekang oleh waktu. Serta syafaatnya, adalah semua impian para umat Islam.

“Di Madinah ini ada makam Nabi Muhammad. Oleh karena itu suasana di sini lebih tenang dan lebih nyaman, sebab ada makamnya nabi. Orang-orang di sini menjaga adabnya,” ujar pemandu kami, Muhammad Zuhri Hilmi.

“Julukan Madinah Al Munawwarah artinya adalah kota yang terang karena cahayanya Nabi Muhammad,” sambungnya.

Di Madinah, aku lepaskan rindu ini sampai ke dasarnya, kepada manusia yang paling mulia. Shollu alan nabi…

Simak Video “Ribuan Warga Binaan Rutan Cipinang Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
[Gambas:Video 20detik]
(aff/kri)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.