Lompat ke konten

Sunnah Sahur Sesuai Ajaran Rasulullah, Tak Sekadar Makan & Minum


Jakarta

Rasulullah SAW menganjurkan untuk sahur bagi setiap muslim yang berniat untuk puasa. Sahur memiliki banyak keutamaan, amalan ini juga mengundang keberkahan.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari)

Mengutip buku Fiqih Praktis I oleh Muhammad Bagir, dijelaskan bahwa para ulama bersepakat bahwa makan sahur adalah sunnah (tidak wajib tetapi dianjurkan) bagi orang yang akan berpuasa.

Sahur dapat dilaksanakan dengan makan atau minum, sedikit atau banyak (meskipun hanya seteguk air). Waktu sahur dimulai pada pertengahan malam sampai terbitnya matahari (masuk waktu Subuh).

Sunnah Sahur

Ada beberapa sunnah sahur yang bisa dikerjakan seorang muslim yang hendak berpuasa. Dirangkum dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari oleh KH. Muhammad Habibillah dan buku 165 Kebiasaan Nabi SAW oleh Abduh Zulfidar Akaha, berikut beberapa sunah sahur.

1. Makan dan Minum

Makan dan minum di saat sahur dapat membantu seorang yang berpuasa memiliki energi yang lebih untuk melaksanakan puasa. Selain itu, sahur merupakan bukti bahwa Islam selalu mendatangkan kemudahan dan tidak mempersulit pemeluknya.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa ingin berpuasa maka hendaklah ia bersahur.” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW memerintahkan demikian karena di dalam sahur terdapat keberkahan, sebagaimana ini pernah diungkapkan dalam sabda beliau.

Makan sahur juga merupakan pembeda antara puasa kaum muslimin dengan puasa Yahudi dan Nasrani. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya,

“Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dan puasa Ahli Kitab terletak pada makan sahur.” (HR Bukhari dan Muslim)

Perbedaan makan sahur antara kaum muslimin dengan Ahli Kitab terletak dalam dibolehkannya umat (Islam) ini oleh Allah SWT untuk makan sahur hingga Subuh. Sedangkan sebelumnya, yaitu di awal-awal Islam, kenyataan ini tidak diperbolehkan.

Oleh karena itu, usahakan untuk tidak meninggalkan makan sahur, walaupun hanya dengan seteguk air. Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Sesungguhnya, Allah dan para malaikat bersholawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR Bukhari)

2. Mengakhirkan Waktu Sahur

Makan sahur dapat dilakukan kira-kira 15 menit sebelum masuk waktu Subuh. Seperti disebutkan dalam hadits dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda,

“Senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.” (HR Ahmad)

3. Membaca Al-Qur’an

Ketika telah selesai makan dan minum sahur, bisa dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an sambil menunggu datangnya waktu Subuh.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tsabit yang berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian, kami pun berdiri untuk menunaikan salat.” Anas bertanya pada Zaid, “Berapa lama jarak antara azan Subuh dan sahur kalian?” Zaid menjawab, “Sekitar membaca 50 atau 60 ayat.” (HR Bukhari)

Hadits ini menerangkan gambaran bahwa setelah sahur masih ada kesempatan untuk membaca Al-Qur’an sebelum masuk waktu Subuh. Manfaatkan waktu ini untuk meraih keberkahan.

Simak Video “Sibuknya Sahur di Hari Pertama
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/kri)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.