Lompat ke konten

Kisah Penjual Minyak Wangi yang Sepenuh Hati Mencintai Rasulullah SAW



Jakarta

Orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW sepenuh hati akan mendapatkan syafaatnya. Termasuk seorang penjual minyak wangi di Madinah yang senantiasa merasa bahagia saat bertemu Rasulullah SAW.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Abdillah yang kemudian dituliskan dalam buku 115 Kisah Menakjubkan Dalam Kehidupan Rasulullah SAW oleh Fuad Abdurahman, dikisahkan seorang penjual minyak wangi di Madinah.

Pria ini dikenal sebagai sosok muslimin yang taat beribadah, ia juga sangat mencintai Rasulullah SAW. Dalam kisahnya, setiap kali ia memiliki keperluan, ia tidak akan pergi sebelum memandang wajah Rasulullah SAW.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saking seringnya menatap wajah Rasulullah SAW, kalangan sahabat Nabi SAW sudah mengenal dan paham dengan kebiasaannya. Setiap kali ada kesempatan bertemu dengan Rasulullah SAW, ia akan memandang wajah Rasulullah SAW dengan pandangan yang lama dan dalam.

Suatu hari ia menemui Rasulullah SAW dan berlama-lama duduk bersama beliau hingga ia merasa puas memandang wajah beliau. Setelah itu, ia beranjak pergi. Namun, tidak lama berselang, ia datang lagi menemui Rasulullah SAW yang kemudian memberi isyarat dengan tangannya agar ia duduk. Maka, orang itu pun duduk dihadapan beliau.

Rasulullah bertanya, “Mengapa kau melakukan itu, padahal sebelumnya kau tidak bertingkah seperti itu?”

Ia lantas menjawab, “Wahai Rasulullah, demi yang mengutusmu dengan membawa kebenaran sebagai Nabi, ketika tadi aku meninggalkanmu, hatiku dipenuhi ingatan kepadamu. Karenanya, aku tidak bisa bekerja karena selalu teringat kepadamu. Karena itulah, aku buru-buru kembali menemuimu.”

Kemudian, ia meminta izin untuk memandang wajahnya lagi. Beliau mendoakan kebaikan untuknya.

Lama setelah kejadian itu Rasulullah SAW tidak pernah melihatnya lagi.

Suatu hari, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Ke mana orang itu?”

“Wahai Rasulullah, kami pun tidak melihatnya berhari-hari,” ujar para sahabat.

Rasulullah SAW mengambil sandalnya dan beranjak pergi ke pasar diikuti para sahabat, karena ia berjualan minyak wangi di sana. Namun, tiba di tokonya, si penjual minyak wangi itu tidak ada sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada orang-orang di sekitarnya.

Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, pedagang minyak wangi itu telah meninggal dunia.”

Orang-orang memberikan komentar dan mengenang sosoknya selama masih hidup. “Wahai Rasulullah, kami mengenalnya sebagai pedagang yang jujur, tepercaya, dan amanah. Namun, ada satu kelemahannya.”

“Apa itu?” tanya Rasulullah SAW.

“Ia senang perempuan (bukan melakukan maksiat).”

Rasulullah SAW berujar, “Sungguh, ia sangat mencintaiku. Jika ia sedikit tidak jujur dalam berdagang, Tuhan akan mengampuninya karena kecintaannya kepadaku.”

Dalam sebuah hadits, diceritakan ada seorang Arab Badui bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan kiamat datang? Rasulullah SAW berkata: “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Orang Arab Badui itu menjawab: “Aku tidak mempersiapkan banyak salat-salat dan puasa untuk menghadapi kiamat, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah bersabda: Almaru ma’a man ahabba (Seseorang akan bersama orang yang dicintainya).

Mencintai Rasulullah SAW merupakan kewajiban setiap mukmin. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 69 yang isinya perintah untuk taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا

Artinya: Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya

Simak Video “Rasulullah Sebaik-baiknya Tauladan
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/erd)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.