Lompat ke konten

Kisah Malam Lailatul Qadar, Keistimewaan Turunnya Al-Qur'an


Jakarta

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Ada banyak kisah yang dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar, termasuk momen turunnya Al-Qur’an.

Banyak dalil yang menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar. Malam ini memiliki banyak keutamaan karena Allah SWT menjadikan Lailatul Qadar sebagai malam yang mulia.

Al-Qur’an sebagai mukjizat yang berikan kepada Nabi Muhammad SAW juga diturunkan pada malam Lailatul Qadar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lailatul Qadar Menjadi Waktu Turunnya Al-Qur’an

Peristiwa bersejarah malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam buku Mukjizat Lailatul Qadar Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan karya Arif M. Riswanto.

Ketika malam Lailatul Qadar ada satu peristiwa penting yaitu turunnya kitab suci Al-Qur’an. Kisah ini diabadikan dalam surah Al-Qadr ayat 1-5:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١

Arab Latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i)

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ – ٢

Arab Latin: Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i)

Artinya: Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣

Arab Latin: Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in)

Artinya: Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤

Arab Latin: Tanazzalul-malā’ikatu war rūḥu fīhā bi’iżni rabbihim min kulli amr(in)

Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ – ٥

Arab Latin: Salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr(i)

Artinya: Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Ibn ‘Abbas berkata, “Allah menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari lauh al-mahfûzh ke bait al-‘izzah di langit paling rendah (samâ’dunyâ). Kemudian, Dia menurunkan kepada Rasulullah secara bertahap sesuai dengan kejadian selama dua puluh tiga tahun.”

Lalu, kapan malam Lailatul Qadar yang menjadi malam turunnya Al-Qur’an?

Pada ayat lain Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya, bahwa Al-Qur’an turun pada bulan Ramadan. Allah SWT berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil (QS. Al-Baqarah: 185).

Dalil dalam dua ayat tersebut mengindikasikan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada waktu Lailatul Qadar, yang terjadi selama bulan Ramadan. Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Qur’an diturunkan, Allah SWT menggambarkan malam tersebut sebagai waktu yang sangat diberkahi.

Allah SWT berfirman melalui Al-Qur’an surat Ad Dukhan ayat 1-6, “Ha mim. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul. Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS Al-Dukhan: 1-6).

Doa Mengharap Malam Lailatul Qadar

Melalui beberapa hadits, Rasulullah SAW menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW bersabda,

فَإِنِّي أُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّي نُسِيْتُهَا وَإِنَّهَا فِي الْعَشْر ِ الْأَوَاخِرِ فِي وِتْرِ

“Sesungguhnya aku diperlihatkan Lailatul Qadar, dan aku telah dilupakannya, dan saat itu pada sepuluh malam terakhir, pada malam ganjil”. (HR Bujari).

Merangkum buku 1001 Cara Dahsyat Melatih Anak karya Bunda Nofisah A, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk mencari malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Untuk mendapatkan malam mulia tersebut Nabi Muhammad SAW mengajarkan sebuah doa kepada umatnya.

Imam An-Nawawi dalam al-Adzkar mengatakan bahwa Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak memohon ampunan pada malam tersebut dengan doa berikut:

اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي

Arab Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuḫibbul ‘afwa fa’fu ‘annî’

Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Adapun doa lain yang dapat diamalkan berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi,

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab Latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)

Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

Demikian kisah malam Lailatul Qadar, terdapat hikmah mengenai turunnya Al-Qur’an.

Simak Video “Kenali Keutamaan Malam Lailatur Qadar
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/dvs)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.