Lompat ke konten

Keutamaan Memberi Uang pada Orang Tua, Perhatikan Adabnya


Jakarta

Setiap anak diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang tuanya. Saat sudah dewasa dan telah mampu menjalani kehidupan sendiri, seorang anak dianjurkan untuk berbagi sedekah kepada orang tuanya.

Perintah tentang berbuat baik dan memberikan sedekah kepada orang tua termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 215. Allah SWT berfirman,

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Mengutip buku Sedekah Pengubah Nasib: Membuka Jalan Rezeki dengan Banyak Memberi oleh Aditya Akbar Hakim disebutkan bahwa orang tua memiliki hak mutlak atas harta kita sebagai anak yang sudah dewasa. Meskipun orang tua tidak pernah meminta apapun, sebagai anak harus memiliki kesadaran untuk memberikan kebaikan pada orang tuanya.

Perlu diingat, bagi anak laki-laki, sedekah kepada orang tua harus ditunaikan setelah menunaikan kewajiban sebagai kepala rumah tangga yakni memberikan nafkah untuk istri dan anak-anaknya.

Rasulullah SAW bersabda,

“Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Seseorang lelaki mendatangi Rasulullah dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling baik? Beliau menjawab, ‘kamu bersedekah ketika kamu sehat lagi kikir, kamu takut menjadi miskin dan ingin kaya. Janganlah kamu menunda-nunda sedekah hingga ajalmu telah sampai di tenggorokan, sehingga saat itu kamu akan berkata, ‘berikanlah kepada si fulan begini dan kepada si fulan begitu,’ dan ingatlah sedangkan hartanya ketika itu memang untuk si fulan,” (HR. Muslim)

Dalam buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu : Amalan-amalan Dahsyat Untuk Orangtua yang sudah Meninggal oleh Muhammad Abdul Hadi dijelaskan bahwa melalui hadits tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan agar umatnya tidak menunda-nunda sedekah selagi mampu.

Sedekah kepada orang tua merupakan salah satu ajaran dalam Islam. Dianjurkan untuk memberikan sebagian harta kepada orang tua sehingga mereka mendapatkan kebahagian. Ketika seorang anak yang sudah dewasa dan memiliki penghasilan memberikan sebagian harta kepada orang tua sebagai sedekah maka orang tua akan mendoakan kebaikan bagi anaknya.

Dengan doa orang tua, ketentraman jiwa akan didapatkan karena Allah SWT memberikan jaminan kebaikan. Hal ini sebagaimana hadits yang berbunyi,

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Bacaan latin: ridhallahi fi ridhal walidain wa sukhtullah fi shukhtil walidain

Artinya: “Ridho Allah SWT tergantung dari ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

Adab Sedekah

Masih mengutip sumber yang sama, terdapat adab ketika hendak melakukan sedekah. Sedekah menjadi salah satu amal saleh yang dapat melindungi dari siksa neraka, jadi perhatikan adabnya agar bisa mendapatkan keutamaan dari sedekah.

Berikut adab bersedekah, bisa diterapkan juga ketika melakukan sedekah kepada orang tua:

1. Dahului dengan Basmallah

Setiap amalan dianjurkan untuk dimulai dengan membaca basmallah, demikian pula saat melakukan sedekah. Mengawali perbuatan baik dengan menyebut nama Allah SWT maka akan membawa pada kebaikan.

2. Memiliki Niat yang Tulus dan Ikhlas

Sebelum bersedekah, tanamkan dalam hati bahwa amalan ini didasari pada niat yang tulus dan ikhlas. Sedekah harus diniatkan sebagai amalan yang semata-mata dikerjakan untuk mencari ridha Allah SWT. Buang perasaan dan niat karena ingin dipuji manusia.

3. Sedekah dengan Harta yang Baik

Ketika hendak bersedekah, pastikan untuk menggunakan harta yang baik, harta yang didapat dari pekerjaan yang halal. Sedekah dengan harta yang baik dan halal akan menghasilkan pahala. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah seseorang bersedekah dengan harta yang baik dan Allah SWT tidak akan menerima kecuali yang baik-baik, melainkan Allah SWT akan mengambil dengan tangan kanan-Nya. Jika itu berupa sebutir kurma, niscaya ia akan tumbuh di telapak tangan Allah SWT hingga menjadi lebih besar daripada gunung. Sebagaimana seseorang di antara kamu menyemai benihnya atau memelihara unta,” (HR Nasa’i)

4. Dahulukan Keluarga dan Kerabat

Sebelum bersedekah kepada orang lain, dianjurkan untuk bersedekah lebih dulu kepada keluarga dan kerabat terdekat. Jika keluarga atau kerabat terdekat sudah berkecukupan maka boleh menyedekahkan harta kepada orang lain.

5. Merahasiakan Sedekah

Sedekah sebaiknya dilakukan secara diam-diam. Jangan sampai pahala sedekah berkurang karena membicarakan sedekah yang telah dilakukan. Hal tersebut dapat mengurangi keutamaan sedekah dan merusak niat sedekah.

Simak Video “Pentingnya Peran Orang Tua Dampingi Anak yang Alami Kekerasan
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.