Lompat ke konten

Kenapa Waktu Malam Lailatul Qadar Dirahasiakan oleh Allah SWT?


Jakarta

Di bulan Ramadan, ada malam Lailatul Qadar yang kehadirannya selalu ditunggu oleh muslim. Namun, tidak ada yang tahu mengenai waktu kapan tepatnya kedatangan malam kemuliaan tersebut.

Kemuliaan Lailatul Qadar sudah dijelaskan dalam surah Al Qadr ayat 3. Allah SWT berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

Menurut buku Menggapai Malam Lailatulqadar karya Ahmad Rifa`i Rif`an, qadar adalah malam yang dipenuhi dengan kesejahteraan dan kebaikan hingga terbitnya fajar. Terdapat juga sebuah hadits yang menerangkan tentang jumlah malaikat yang turun pada malam itu yang berbunyi,

“Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR Ibnu Khuzaimah)

Mengenai waktu pasti kapan terjadinya tidak ada yang tahu pasti sebab dirahasiakan Allah SWT. Dikutip buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, Imam asy-Syaukani menyebutkan perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam menentukan Lailatul Qadar hingga mencapai 47 (empat puluh tujuh) pendapat.

Sedangkan, pendapat yang paling unggul ialah yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan. Pendapat ini berlandaskan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Ubadah ibn ash-Shamit.

Diceritakan, ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Lailatul Qadar. Lalu, Rasulullah SAW menjawab, “Di Ramadan maka carilah di sepuluh terakhir, dan sesungguhnya Lailatul Qadar itu di tanggal ganjil, pada tanggal 21, 23, 25, 27, 29 atau malam terakhir, siapa yang qiyamul lail dengan mencari rida Allah dilandasi iman dan ikhlas, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR Ahmad)

Sementara itu, dilansir buku Sukses Berburu Lailatulqadar karya Muhammad Adam Hussein, Ibnu Hajar Al Asqalani berpendapat jika Lailatul Qadar terdapat di tujuh terakhir. Pendapat tersebut didasarkan pada hadits berikut yang berbunyi,

Dari Ibnu Umar RA bahwa ada seorang dari sahabat Nabi SAW diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpi ketika tujuh hari terakhir (dari bulan Ramadan). Rasulullah SAW pun bersabda, “Aku tahu bahwa kalian melihat Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir Ramadan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar

Menurut Ali Ahmad Al-Jarjawi dalam buku Indahnya Syariat Islam, ada hikmah di balik mengapa Allah SWT merahasiakan malam Lailatul qadar. Allah SWT merahasiakannya agar manusia memuliakan semua tahun (ini berdasarkan pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar ada di setiap tahun), atau di semua hari bulan Ramadan atau hanya di malam sepuluh terakhir saja.

Selain itu, malam Lailatul Qadar dirahasiakan agar umat Islam terus berjuang mencari dan mengharapkan malam mulia tersebut. Sehingga, dengan perjuangan keras itu, mereka dapat meraih pahala orang-orang yang berjuang dalam beribadah.

Beda halnya jika malam itu telah ditentukan, orang-orang mungkin hanya akan rajin beribadah pada malam itu saja. Dengan demikian, Lailatul Qadar memang dirahasiakan oleh Allah SWT agar manusia berlomba-lomba untuk meraihnya dengan mengisi setiap malam Ramadan dengan berbagai amal ibadah. Jadi, sudah sepatutnya kita sebagai muslim memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadan.

Wallahu a’lam.

Simak Video “Kenali Keutamaan Malam Lailatur Qadar
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.