Lompat ke konten

Kenapa Al-Qur'an Disebut Sebagai Mukjizat Terbesar bagi Nabi Muhammad SAW?


Jakarta

Mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an. Kitab suci ini menjadi pedoman umat Islam hingga kini.

Rasulullah SAW merupakan nabi sekaligus rasul terakhir. Ia lahir pada bulan Rabiul Awal dan diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun seperti disebutkan dalam buku Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam.

Sementara itu, mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku nabi sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada mereka yang ragu. Hal ini diterangkan oleh Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Mukjizat Al-Qur’an.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para nabi dan rasul dikaruniai mukjizat untuk membuktikan dirinya sebagai utusan Allah SWT. Begitu pula Rasulullah SAW yang dianugerahi Al-Qur’an sebagai mukjizatnya.

Lantas, kenapa Al-Qur’an dikatakan sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW?

Kenapa Al-Qur’an Dikatakan Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad SAW?

Wajihudin Al-Hafidz melalui bukunya yang berjudul Misi Al-Qur’an menjelaskan bahwa Al-Qur’an dikatakan sebagai mukjizat terbesar Rasulullah SAW karena sifatnya material, spiritual, dan ‘aqliyah sekaligus rohan.

Sementara itu, mukjizat dari nabi-nabi sebelumnya lebih condong bersifat fisik. Sebagai contoh, Nabi Ibrahim AS yang tidak terbakar api, kemudian Nabi Musa AS yang membelah laut merah, dan lain sebagainya,

Berbeda dengan Al-Qur’an, kitab suci ini turun untuk mengajarkan sistem nilai. Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan umat Islam dengan penuh ketekunan tanpa meminta imbalan.

Allah SWT berfirman dalam surah Asy Syu’ara ayat 26,

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: “Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.”

Selain itu, Al-Qur’an juga dikatakan sebagai kitab yang abadi dan tidak pernah berubah sepanjang masa. Walaupun Nabi Muhammad SAW wafat, Al-Qur’an dan isinya tetap sama.

Bahkan, keaslian Al-Qur’an juga dijaga oleh Allah SWT. Hal ini diterangkan dalam surah Al Hijr ayat 9,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al- Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Kemudian, diterangkan pula dalam buku Menyelami Keagungan Al-Qur’an Melalui Tulisan karya Moh Wahyu Syafi’ul Mubarok bahwa Al-Qur’an disebut sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW karena bahasa sastranya yang tinggi.

Seperti diketahui, Al-Qur’an memiliki bahasa sastra dengan tingkatan tertinggi dibanding sastra manapun. Sastra Arab dikenal sebagai sastra yang paling bermutu dan tersulit di dunia.

Namun, setelah turunnya Al-Qur’an para penyair Arab dibuat tercengang karena bahasanya yang luar biasa dahsyat dan belum pernah ada di masa sebelumnya. Allah SWT melalui surah Al Isra ayat 88 bahkan menantang setiap makhluk untuk membuat ayat yang serupa dengan Al-Qur’an.

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Artinya: “Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS Al Isra: 88)

Tak sampai di situ, turunnya Al-Qur’an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW menjadikan kitab suci tersebut lebih istimewa. Pasalnya, sang rasul tidak bisa baca tulis, sehingga bisa dipastikan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an adalah kalamullah.

Rasulullah SAW hanya perantara firman Allah SWT. Beliau tidak mungkin membuat ayat-ayat tersebut dengan kemampuannya sendiri.

Terlebih, dirinya dikenal sebagai orang yang paling jujur hingga dijuluki Al-Amin. Sebutan ini diperoleh Nabi Muhammad SAW sebelum ia menjadi nabi dan rasul.

Kisah Turunnya Al-Qur’an Melalui Perantara Nabi Muhammad SAW

Melansir dari buku Pengantar Studi Ilmu Al-Quran oleh Syaikh Manna Al-Qaththan, turunnya Al-Qur’an merupakan pemberitahuan kepada alam samawi yang dihuni malaikat tentang kemuliaan umat Nabi Muhammad. Umat ini telah dimuliakan oleh Allah dengan risalah barunya agar menjadi umat paling baik di antara manusia.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dikenal dengan istilah Nuzulul Quran. Nuzulul Qur’an merupakan peringatan turunnya Al-Qur’an pertama kali dari Lauhul Mahfuz pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Secara bahasa, Nuzulul memiliki arti sebagai menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dan Al-Qur’an yang berarti kitab suci bagi umat Islam. Maka, Nuzulul Qur’an bisa didefinisikan sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an dari tempat yang tinggi ke muka bumi.

Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Al-Quran pertama kali turun untuk Nabi Muhammad yaitu di Gua Hira, pada tanggal 17 Ramadan tahun 610 sehingga tanggal 17 Ramadan diperingati sebagai Nuzulul Qur’an hingga saat ini.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW Lainnya

Merangkum Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri dan Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW susunan Moenawar Khalil, berikut mukjizat Nabi Muhammad SAW lainnya.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Julhumah bin Urfuthah yang pada suatu hari datang ke Makkah saat penduduknya mengalami paceklik. Kemudian orang Quraisy mengadu kepada Abu Thalib hingga ia keluar bersama Muhammad SAW lalu disandarkannya punggung kemenakannya itu di dinding Ka’bah.

Muhammad SAW menengadahkan tangannya langit yang semula bersih tanpa awan tidak lama kemudian awan tersebut berdatangan dari segala penjuru dan hujan pun turun dengan deras. Lembah Makkah memancar airnya, ladang dan gurun pun menjadi subur.

2. Membelah Bulan

Mukjizat Nabi Muhammad SAW lainnya ialah dapat membelah bulan. Terkait hal ini disandarkan pada riwayat Bukhari dari Anas bin Malik berkata,

إن أَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوْا رَسُوْلَ اللهِ ﷺ أَنْ يُرِيَهُمْ آيَةً فَأَرَاهُمُ الْقَمَرَ شِقَيْنِ حَتَّى أو اجراء بَيْنَهُمَا

Artinya: “Sesungguhnya, ahli Makkah pernah meminta kepada Rasulullah SAW supaya memperlihatkan suatu tanda bukti kepada mereka. Kemudian beliau memperlihatkan bulan yang terbelah dua hingga Gunung Hira dapat mereka lihat di antara kedua belahannya.”

3. Pohon dan Batu Ucapkan Salam dan Hormat pada Nabi SAW

Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib,

“Aku di Makkah bersama Rasulullah SAW, lalu beliau keluar (pergi) ke sebagian tepi-tepinya, maka setiap pohon dan batu yang berhadapan dengan belia pasti mengucapkan, ‘Assalamualaikum, ya Rasulullah.”

Begitu pula Aisyah berkata, “Nabi SAW pernah bersabda, ‘Tatkala Jibril telah menyampaikan risalah kepadaku, tidaklah aku berjalan melalui sebuah batu dan tidak pula sebuah pohon, melainkan ia mengucapkan, ‘Assalamualaikum, ya Rasulullah.”

4. Unta dan Kambing yang Bersujud kepada Nabi SAW

Abu Hurairah RA berkata, “Pada suatu hari, Nabi SAW masuk ke dalam sebuah kebun, lalu datanglah seekor unta, lalu bersujudlah unta itu kepada beliau.”

Kata Anas bin Malik RA, “Pada suatu hari, Nabi SAW masuk ke dalam sebuah kebun kepunyaan seorang Anshar beserta Abu Bakar, Umar, dan seorang laki-laki dari golongan Anshar. Di kebun itu kebetulan ada seekor kambing, lalu bersujudlah kambing itu kepada beliau. Abu Bakar berkata, “Kami lebih berhak bersujud kepada engkau daripada kambing itu.’ Tetapi, Nabi SAW melarang keras orang bersujud kepada beliau.

Selain yang disebutkan, masih banyak mukjizat lainnya yang dianugerahi kepada sang rasul. Wallahu’alam bishawab.

Simak Video “Ribuan Warga Binaan Rutan Cipinang Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/lus)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.