Lompat ke konten

Kalimat Tahlil Versi Pendek-Panjang dan Keutamaannya


Jakarta

Kalimat tahlil sering dilafalkan muslim. Biasanya kalimat tahlil berupa zikir, kalimat syahadat, atau doa.

Dikutip dari buku Cerdas Total Melejitkan Potensi Multiple Intelligences Melalui Dzikir-dzikir Harian karya Rizem Aizid, kalimat tahlil termasuk ke dalam kalimat tauhid atau syahadat. Sebab, kalimat tersebut mengandung syahadat atau kesaksian, sudah tentu memiliki keistimewaan.

Tahlil menjadi bacaan dzikir yang paling mulia. Rasulullah SAW bersabda. “Zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallaah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah SWT).” (HR At-Tirmidzi)


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Kalimat Tahlil dan Artinya

1. Versi Pendek

لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُلَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ

Laa ilaaha illallah

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah SWT”

Menurut buku Ridhoul Wahidi dalam buku Keajaiban Melimpah dari Kalimat Tayyibah menjelaskan, kalimat tahlil merupakan bentuk dari pengakuan seorang hamba kepada Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan selain Dia, pencipta dan penguasa alam raya dan Maha Perkasa dari makhluk-makhluk-Nya.

Masih merujuk buku yang sama, di dalam Al-Qur’an juga terdapat kalimat tahlil dalam berbagai bentuk. Berikut ini salah satu ayat yang menyebutkan kalimat tahlil pada surah Al-Baqarah ayat 255.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).”

2. Versi Panjang

Adapun juga bacaan kalimat tahlil versi panjang yang mengandung banyak keutamaan, hal ini dijelaskan di dalam buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Membaca Al-Qur’an karya Syamsul Rijal Hamid. Mughirah bin Syu’bah menceritakan, ketika Mu’awiyah berkirim surat kepada Mughirah, “Tolong tulislah kepadaku segala yang kau dengar dari Rasulullah SAW.”

Lantas Mughirah mengirim surat kepada Mu’awiyah yang isinya menyebutkan bacaan kalimat tahlil yang dibaca Rasulullah SAW tiap salat.

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Allaahumma la mani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya lima mana’ta wa la yanfa’u dzal jaddi minkal jadd

(Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menahan apa yang engkau berikan, dan juga tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak ada manfaatnya keagungan seseorang dari tindakan-Mu).” (HR Muslim)

Keutamaan Membaca Kalimat Tahlil

Dikutip dari buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Syauqi Abdillah Zein, kalimat tahlil memiliki banyak keutamaan seperti berikut.

1. Meraih Pahala dan Surga

Kalimat tahlil juga diucapkan saat menghadapi seseorang yang sedang mendekati maut. Apabila seseorang mengucapkan kalimat tahlil La ilaha illallah maka orang itu meninggal dalam keadaan husnul khotimah dengan ganjaran berupa surga.

Hal ini dijelaskan di dalam HR Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa ucapan terakhirnya adalah La ilaha illallah niscaya masuk surga.” (HR Abu Dawud. Hakim turut meriwayatkannya dalam al-Mustadrak)

2. Menjadi Sedekah

Mengamalkan kalimat tahlil juga dianggap sebagai sedekah. Hal ini dijelaskan pada sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir sepuluh kali, maka ia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Dijauhkan dari Api Neraka

Orang yang senantiasa berdzikir dengan kalimat tahlil akan diampuni dosa-dosanya dan dijauhkan dari siksa api neraka. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya berikut,

“Allah SWT mengharamkan neraka bagi siapa saja yang mengucapkan laa ilaaha illallaah dan ia berharap wajah Allah SWT dari ucapannya itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Amalan Utama

Sementara itu, dikutip dari buku Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI karya Fida’ Abdilah dan Yusak Burhanudin, dijelaskan kalimat tahlil merupakan amalan yang paling utama.

“Barangsiapa mengucapkan, ‘la ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul! mulku, walahul hamdu, wa huwa ‘alā kulli syai îng qodir‘ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah SWT, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Kunci dari Delapan Pintu Surga

Mengenai keutamaan kalimat tahlil sebagai kunci dari pintu surga dijelaskan dalam sebuah hadits dari ‘Ubadah bin Shamit RA, Nabi SAW bersabda,

“Barang siapa mengucapkan, ‘Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar-benar adanya dan neraka pun benar adanya’ maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR Muslim)

Simak Video “Penjual Bunga Untung Berlipat-lipat Jelang Ramadan
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.