Lompat ke konten

Hukum Membersihkan Telinga saat Puasa, Benarkah Bisa Batal?


Jakarta

Membersihkan telinga dilakukan untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalam alat pendengaran. Lalu, apakah membersihkannya dapat membatalkan puasa?

Ketika Ramadan, umat Islam harus menghindari hal-hal yang membatalkan puasa. Karenanya, timbul banyak pertanyaan fikih puasa, termasuk tentang membersihkan telinga.

Terlebih, memasukkan sesuatu secara sengaja ke dalam lubang tubuh termasuk ke dalam perkara yang membatalkan puasa. Saat membersihkan telinga maka seseorang memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Membersihkan Telinga Dapat Membatalkan Puasa?

Menukil buku Fiqih Praktis Puasa susunan Buya Yahya, membersihkan telinga tidak membatalkan puasa. Namun, apabila seseorang memasukkan sesuatu ke dalam telinga melebihi bagian yang bisa dijangkau jemari maka termasuk perkara yang membatalkan.

Imam Malik dan Imam Ghazali dari mazhab Syafi’i juga berpandangan membersihkan telinga tidak membatalkan puasa seseorang.

Dijelaskan dalam buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat, tindakan memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh tanpa membuatnya tertelan tidak membatalkan puasa. Sebab, yang dapat membatalkan puasa ialah ketika benda tersebut tertelan dan masuk pencernaan.

Tetapi, mengobati indra pendengaran yang sakit dapat membatalkan puasa merujuk pendapat mazhab Syafi’i. Karenanya, ketika mengalami sakit telinga bisa mengobatinya di malam hari untuk menghindari terjadinya batal puasa.

Batasan Membersihkan Telinga saat Puasa

Prof Dr Abdul Pirol MAg melalui karyanya yang berjudul Ramadan Ensiklopedis: Membincang Ragam Persoalan di Bulan Puasa menerangkan bahwa mengorek telinga menggunakan jari di area atau bagian luar tidak membatalkan puasa. Tetapi, jika seseorang menggunakan kapas dan mengoreknya sampai bagian dalam bisa membatalkan puasa, hal ini merujuk pada mayoritas pendapat ulama mazhab Syafi’i.

Karenanya, saat membersihkan telinga ketika puasa umat Islam harus paham batasannya. Batasan mengorek telinga yakni bagian dalam yang tidak terlihat oleh mata.

Deretan Hal yang Bisa Membatalkan Puasa

Mengutip buku Cerdas Intelektual dan Spiritual dengan Mukjizat Puasa karya Ustaz Yazd al-Busthomi, berikut sejumlah perkara yang bisa membatalkan puasa.

1. Berhubungan Badan

Berhubungan badan atau melakukan aktivitas seksual antara suami-istri di siang hari secara sengaja dapat membatalkan puasa. Selain itu, seseorang yang melakukannya juga akan dikenakan denda atau kafarat.

Kafarat yang berlaku ialah berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Apabila tidak mampu, dapat menggantinya dengan memberi makan 60 fakir miskin.

2. Memasukkan Obat atau Benda Melalui Dua Jalan

Perkara lainnya yang dapat membatalkan puasa ialah ketika seorang muslim melakukan pengobatan dengan memasukkan obat melalui salah satu dari dua jalan yaitu qubul atau dubur. Sebagai contoh, seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan ambeien atau orang yang sakit dengan memasang kateter urin.

3. Makan dan Minum dengan Sengaja

Makan dan minum dengan sengaja dapat membatalkan puasa seorang muslim. Memasukkan ‘ain (wujud benda) ke sesuatu disebut lubang yang terbuka (mulut, hidung, telinga) dapat membatalkan puasa. Maka dari itu, umat Islam wajib menahan diri agar puasa tetap sah.

Tetapi, jika makan atau minum dilakukan dengan tidak sengaja atau karena keadaan lupa, maka puasa tetap sah dan tidak membatalkan. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah sebagai berikut.

“Siapa yang lupa keadaannya sedang berpuasa, kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah-lah yang memberikan makanan dan minuman itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Muntah dengan Sengaja

Muntah secara sengaja dianggap sebagai tindakan yang membatalkan puasa dalam ajaran agama Islam. Namun demikian, jika seseorang muntah tanpa disengaja atau tiba-tiba, dan tidak ada sedikitpun dari muntahannya yang tertelan, maka puasanya tetap dianggap sah menurut hukum agama.

5. Gila

Apabila seseorang sedang berpuasa dan tiba-tiba mengalami gangguan jiwa atau kegilaan, maka puasanya menjadi tidak sah. Hal ini dikarenakan salah satu syarat sahnya puasa adalah berakal sehat.

Orang yang mengalami gangguan jiwa atau gila tidak memiliki kemampuan untuk memahami dan melaksanakan kewajiban puasa.

6. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluarnya mani dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Terkait hal ini penyebabnya bisa karena onani maupun berhubungan seksual.

Meski demikian, apabila air mani keluar tanpa disengaja maka tidak membatalkan puasa. Contohnya ketika seseorang mengalami mimpi basah saat sedang tertidur.

7. Haid dan Nifas

Jika seorang perempuan mengalami keluarnya darah dari kemaluannya saat menjalankan ibadah puasa, maka puasanya menjadi batal. Perempuan yang sedang dalam masa haid atau nifas diwajibkan untuk mengganti puasanya (qadha) di lain waktu.

Itulah pembahasan mengenai hukum membersihkan telinga saat puasa dan informasi terkaitnya.

Simak Video “Kurma Episode 7: Menagih Utang dengan Amarah Saat Puasa, Apa Hukumnya?
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/lus)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.