Lompat ke konten

Heboh Salat Tarawih Kilat 7 Menit, Ini Hukum Salat Terburu-buru



Jakarta

Beberapa hari belakangan ini masyarakat muslim Indonesia dihebohkan dengan kabar salat Tarawih kilat dalam waktu tujuh menit meskipun mengerjakan 23 rakaat. Bagaimana penjelasan secara syariat terkait hal ini?

Salat menjadi salah satu ibadah wajib bagi seorang muslim. Perintah salat termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan dijelaskan pula dalam deretan hadits.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 78,


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Surah Hud ayat 114 juga menegaskan hal yang sama terkait perintah salat.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Artinya: “Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”

Ketika mengerjakan salat, hendaklah dilakukan dengan khusyuk dan tenang. Salat juga sebaiknya dikerjakan secara perlahan penuh tadabbur dan tidak terburu-buru.

Hukum Salat yang Terburu-buru

Mengutip buku Keistimewaan Shalat Khusyuk oleh Subhan Nurdin dijelaskan bahwa terburu-buru dalam hal apapun, apalagi dalam salat merupakan perbuatan yang tercela. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menjelaskan, “Sabar itu dari (diridai) Allah, dan terburu-buru itu dari (diridai) setan.”

Larangan mengerjakan salat secara terburu-buru atau tergesa juga dijelaskan dalam hadits yang menganjurkan untuk menyantap hidangan yang sudah tersaji terlebih dahulu sebelum salat.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

لاَ صَلاَةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلاَ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ

Artinya: “Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada salat bagi yang menahan (kencing atau buang air besar).” (HR Muslim No 560)

Larangan terburu-buru juga ditujukan bagi muslim yang menuju masjid untuk salat. Dianjurkan untuk datang ke masjid dengan tenang karena bila tertinggal maka bisa menyempurnakan salat secara masbuk. Hal ini diperbolehkan dalam Islam.

Dari Abu Qatadah ia berkata, “Ketika kami salat bersama Nabi SAW, tiba-tiba kami mendengar suara gaduh. Setelah salat, Rasulullah SAW bersabda, “Ada apa dengan kalian?”

Sebagian mereka mengatakan, “Kami terburu-buru mendatangi salat.” Beliau pun bersabda,

فَلاَ تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

Artinya: “Jangan kalian lakukan! Jika kalian datang untuk salat, maka datangilah dengan tenang. Bagaimana pun keadaan imam yang kalian temukan, maka salat (mengikutinya), dan bagian dari salat yang kurang, maka sempurnakanlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam salat, penting juga memperhatikan tuma’ninah agar jangan dilakukan dengan terburu-buru. Mengutip buku Panduan Beribadah Khusus Pria oleh Syaikh Hasan Muhammad Ayyub yang dimaksud dengan tuma’ninah adalah berhenti sesaat, meskipun hanya kira-kira selama orang membaca kalimat Subhanallah.

Tuma’ninah itu rukun ketika ruku, ketika bangkit dari ruku, ketika sujud dan ketika duduk di antara dua sujud.

Cara agar Khusyuk ketika Salat

Merangkum buku Panduan Sholat Rosulullah 2 oleh Imam Abu Wafa dijelaskan cara dan langkah yang bisa dilakukan agar khusyu dalam salat.

1. Memperbagus wudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

2. Menyiapkan diri untuk khusyuk salat. Menggunakan pikiran untuk mentadabburi dan menghadirkan hati. Jauhkan pikiran dari semua hal duniawi.

3. Memusatkan pikiran dan hatinya saat salat. Meyakini bahwa Allah SWT sedang mengawasi perbuatan kita sehingga tercipta kondisi yang ikhsan.

4. Tidak terburu-buru saat salat. Berikanlah hak pada setiap bacaan dan gerakan salat.

5. Biasakan salat di awal waktu.

6. Senantiasa menjaga salat sunnah qabliyah dan salat sunah ba’diyah. Karena hal itu akan menjadi motivasi hati untuk mencapai kekhusyukan.

7. Tidak bergeser dari tempat semula, kecuali dalam keadaan darurat. Ketika salat dengan khusyuk maka akan semakin sedikit gerakan yang dilakukan.

Simak Video “Toleransi Beragama, Umat Hindu di Lampung Jaga Rumah Warga yang Tarawih
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/rah)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.