Lompat ke konten

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَانا (..) كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma innaka antal azizul katsir. Wa ana ‘abdukal dla’ifudz dzalilul ladzi la haula wa la quwwata illa bika. Allahumma sahhir li (sebut nama orang yang pelit) ka sakhkhorta fir’auna li musa, wa layyil li qolbahu kama layyantal khadida li dawuda fa innahu la yanthiqu illa bi idznika nashiyatuhu fi qobdlatika wa qolbuhu fi yadika jalla tsana’u wajhika ya arhamar rahimin.

Artinya,

Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar, sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina lagi dina yang tiada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang dimaksud) padaku sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Nabi Musa. Dan luluhkanlah hatinya untukku sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Nabi Daud. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu dan hatinya di kekuasaan-Mu. Dzat-Mu Maha Agung, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.