Lompat ke konten

Dalil Nuzulul Qur'an dan Amalan yang Dianjurkan


Jakarta

Nuzulul Qur’an menjadi peristiwa penting karena berkaitan dengan turunnya mukjizat berupa firman-firman Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Nuzulul Qur’an terjadi pada malam ke-17 Ramadan.

Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW yang berisi firman-firman Allah SWT. Al-Qur’an kemudian menjadi pedoman bagi setiap muslim.

Merangkum buku Traveling in Ramadhan oleh Ummu Aisyah, dijelaskan pada saat turunnya wahyu pertama, Rasulullah SAW dalam keadaan tidak bisa membaca. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Muhammad SAW membaca melalui surah Al Alaq.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Firman Allah SWT ini termaktub dalam surah Al Alaq ayat 1-5. Ayat ini menjadi yang pertama kali diturunkan.

Firman Allah SWT diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara bertahap saat beliau berusia 40 tahun. Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.

Setelah turun surah Al Alaq, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Setiap ayat Al-Qur’an memiliki asbabul nuzul yakni sebab turunnya ayat. Sebab, setiap ayat diturunkan sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sedang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW.

Dalil tentang Nuzulul Qur’an

1. Surah Al Baqarah Ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ …

Artinya : “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) …”

2. Surah Al Anfal Ayat 41

… وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “… Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

3. Surah Al Alaq Ayat 1-5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

4. Surah Al Qadr Ayat 1, 3, dan 4

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.”

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

5. Surah Al Dukhan Ayat 3

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.

6. Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 193

نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ

Artinya: “Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)”

Amalan Nuzulul Qur’an

Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Nuzulul Qur’an. Berikut beberapa amalan Nuzulul Qur’an:

1. Tadarus

Tadarus atau membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang bisa dikerjakan selama Ramadan, termasuk saat malam Nuzulul Qur’an. Merutinkan membaca Al-Qur’an saat Ramadan akan mendatangkan pahala yang berkali-lipat.

Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الٓمٓ (Alif Lam Mim) satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

2. Memperbanyak Iktikaf

Melansir laman Muhammadiyah, iktikaf menurut bahasa artinya berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Dalam hadits yang diriwayat Aisyah RA,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]

Artinya: “Bahwa Nabi SAW melakukan iktikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan iktikaf setelah beliau wafat.” (HR Muslim)

3. Salat Malam dan Zikir

Salat malam dan memperbanyak zikir menjadi amalan yang juga dapat dikerjakan di malam Nuzulul Qur’an. Salat malam merupakan amalan yang paling utama setelah salat wajib. Lanjutkan amalan salat malam dengan berdoa dan memperbanyak zikir.

Malam Nuzulul Qur’an merupakan malam istimewa, manfaatkan momen ini untuk mengharapkan rida Allah SWT.

Simak Video “Memaknai Nuzulul Quran
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.