Lompat ke konten

Bacaan Sayyidul Istighfar, Salah Satu Dzikir Pembuka Pintu Rezeki



Jakarta

Bacaan sayyidul istighfar merupakan amalan yang dianjurkan dikerjakan secara rutin. Banyak sekali keutamaan yang bisa didapatkan dengan memperbanyak dzikir sayyidul istighfar.

Istighfar menjadi salah satu kalimat dzikir untuk mengingat Allah SWT. Mengucapkan kalimat astaghfirullah sama artinya dengan memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

Dalam bukunya yang berjudul Istighfar, Hafidz Muftisany menjelaskan arti kalimat istighfar ‘astaghfirullah’ adalah ‘saya memohon ampun kepada Allah SWT.’ Istighfar kepada Allah SWT berarti mengakui bahwa manusia adalah hamba yang tidak akan pernah luput dari kesalahan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dzikir sayyidul istighfar termasuk amalan istimewa yang bisa dikerjakan kapan pun dan di mana pun. Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan untuk membaca sayyidul istighfar pada pagi dan petang hari.

Nabi SAW ungkap melalui sabdanya, “Penghulu istighfar adalah seseorang mengucapkan: ‘Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan, aku mengakui untuk-Mu nikmat-nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui untuk-Mu dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.’

Barang siapa mengucapkannya di waktu siang dengan meyakininya, lalu mati pada hari itu sebelum sore maka dia termasuk ahli surga, dan siapa mengucapkannya di waktu malam dan dia meyakininya, lalu dia mati sebelum Subuh, maka dia termasuk ahli surga.” (HR Bukhari [6306])

Bacaan Sayyidul Istighfar

Berikut bacaan sayyidul istighfar,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbi faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzubuuba illa anta

Artinya: “Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan, aku mengakui untuk-Mu nikmat-nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui untuk-Mu dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”

Hadits Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar

Dalam hadits Rasulullah SAW, banyak dijelaskan tentang keutamaan membaca sayyidul istighfar. Mengutip buku Tiket Ke Surga: Doa-doa Mustajab karya Abdul Majid dan Isfa’udin dijelaskan bahwa sayyidul istighfar merupakan doa dari rajanya doa.

Sayyidul istighfar dianjurkan dibaca setiap hari pada pagi dan petang hari.

Berikut beberapa keutamannya berdasarkan dalil hadits:

1. Melancarkan Rezeki

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa seret rezekinya, beristighfarlah kepada Allah SWT.” (HR Baihaqi)

Ibnu Abbas RA mengatakan, “Sesungguhnya, amal kebaikan itu menerangkan hati, mencerahkan wajah, menguatkan badan, menambah rezeki, dan membangkitkan kecintaan orang-orang. Amal keburukan, sebaliknya, memuramkan wajah, menggelapkan hati, melemahkan badan, mengurangi rezeki dan membangkitkan kebencian orang-orang.”

Memperbanyak dzikir istighfar termasuk salah satu amalan kebaikan yang dapat mendatangkan keutamaan berupa pelancar rezeki.

2. Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku ini beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Bukhari dan lainnya)

3. Dijauhkan dari Kesulitan

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan Dia akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga.” (HR Abu Dawud)

4. Menjadi Hamba yang Dicintai Allah

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bertobat adalah kekasih Allah Ta’ala dan orang yang bertobat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR Ibnu Majah)

5. Menghapus Dosa

Dalam Kitab Ihya ‘Ulumuddin, Imam Qatadah berkata, “Sesungguhnya di dalam Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat penawar bagi kalian (umat manusia). Adapun penyakit kalian adalah dosa-dosa yang diperbuat, sedangkan obatnya adalah istighfar.”

Hadits-hadits di atas tidak spesifik menyebut tentang keutamaan sayyidul istighfar melainkan istighfar secara umum. Adapun, sayyidul istighfar adalah rajanya istighfar.

Simak Video “Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/kri)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.