Lompat ke konten

Bacaan Doa Iftitah Pendek Sesuai Sunnah dan Artinya


Jakarta

Doa iftitah merupakan bacaan pembuka sholat. Doa ini dilafalkan setelah takbiratul ihram dan sebelum surat Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat.

Pembacaan doa iftitah dalam sholat ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasul SAW. Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi SAW menuturkan, “Rasulullah memulai sholat dengan membaca berbagai macam doa.”

“Dalam doa tersebut, beliau memuji Allah SWT, mengagungkan, dan menyanjung-Nya. Beliau memerintahkan orang yang tidak benar sholatnya untuk melakukan hal itu,” lanjut Syaikh Al-Albani.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa inilah yang dikenal dengan doa iftitah. Berikut bacaan doa iftitah pendek sesuai sunnah Nabi SAW.

Doa Iftitah Pendek: Arab, Latin, dan Artinya

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Latin: Subhaanakallaahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa ilaaha ghairuka.

Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah dengan segala puji-Mu (aku mensucikan-Mu), Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu; dan tidak ada Ilah (Tuhan) selain Engkau.”

Keterangan: Syaikh Said bin Ali Al-Qahthani dalam kitab Shalatul Mu’min menjelaskan bahwa doa Iftitah tersebut sesuai hadits yang diriwayatkan Muslim, Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim dari sejumlah sahabat yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Anas, Abu Sa’id, dan Abdullah bin Mas’ud.

Hadits tersebut dishahihkan Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Ibnu Taimiyah berkata, “Disebutkan dalam riwayat shahih dari Umar bin Khattab bahwasanya dia pernah membaca doa iftitah: ‘Subhaanakallaahumma wa bihamdika…’ secara jahr dengan maksud untuk mengajari banyak orang. Sekiranya hal ini bukan merupakan Sunnah masyru’ah (yang disyariatkan), tentu dia tidak mengajarkannya…”

Abu Bakar dan Utsman bin Affan dikatakan juga pernah membaca doa iftitah tersebut dalam sholat mereka.

Tata Cara Membaca Doa Iftitah

Menurut jumhur ulama, membaca doa iftitah dalam sholat hukumnya sunnah. Doa ini disunnahkan untuk dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum melafalkan surat Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat, baik sholat fardhu maupun sholat sunnah yang dilakukan munfarid atau berjamaah .

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, menjelaskan jika seseorang tidak membaca doa iftitah pada rakaat pertama sholat karena lupa maupun sengaja, maka tidak dianjurkan untuk membacanya pada rakaat kedua atau selanjutnya lantaran itu sudah bukan pada waktunya lagi.

Menurutnya, apabila doa iftitah dibaca pada rakaat kedua atau setelahnya, maka hukumnya menjadi makruh tapi tidak membatalkan sholat.

Bacaan doa iftitah terdapat beberapa macamnya. Dalam sholat, muslim cukup membaca salah satunya saja. Adapun doa iftitah hendaknya dibaca dengan suara pelan (sirr) karena sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Simak Video “Melihat Suasana Tarawih Pertama di Masjidil Haram
[Gambas:Video 20detik]
(row/fds)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.