Lompat ke konten

Apakah Ngupil Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya


Jakarta

Ngupil merupakan tindakan membersihkan kotoran di hidung menggunakan jari tangan. Lalu, apakah ngupil membatalkan puasa?

Banyak keraguan dan pertanyaan yang timbul mengenai hal-hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk ngupil. Sebab, dikatakan bahwa memasukkan sesuatu secara sengaja ke dalam lubang tubuh bisa membatalkan puasa.

Meski demikian, sebagian beranggapan bahwa membersihkan lubang hidung tidak menyebabkan puasa seseorang menjadi batal. Berikut bahasan lengkap mengenai hukum ngupil ketika berpuasa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Ngupil Membatalkan Puasa?

Menukil buku Tuntunan Puasa Praktis Mahzab Syafii & 40 Tanya Jawab Puasa susunan Ubaidillah Gusman, ngupil atau membersihkan kotoran hidung tidak membatalkan puasa. Sebab, ngupil dilakukan pada area rongga luar.

Hal ini turut disampaikan oleh cendekiawan muslim, Quraish Shihab melalui bukunya yang berjudul M Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui. Mengupil dan mengorek telinga tidak termasuk ke dalam perkara yang membatalkan puasa.

Tindakan memasukkan sesuatu ke lubang tubuh, baik itu mengupil maupun mengorek telinga tidak membuatnya tertelan. Dalam Islam, apabila seseorang memasukkan benda hingga tertelan dan masuk pencernaan maka tergolong sebagai hal yang membatalkan puasa.

Perkara yang Dapat Membatalkan Puasa

Menukil dari buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan oleh Ahmad Sarwat, berikut perkara yang dapat membatalkan puasa.

1. Berbekam

Berbekam atau hijamah adalah salah satu bentuk pengobatan untuk mengeluarkan penyakit seseorang dengan cara diambil darahnya. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berbekam dalam keadaan ihram dan pernah pula berbekam dalam keadaan puasa, ini sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad.

2. Kumur dan Istinsyak

Perkara lainnya ialah kumur dan istinsyak. Berkumur ialah kegiatan memasukkan air ke dalam mulut untuk dibuang kembali, sementara istinsyak adalah memasukkan air ke dalam lubang hidung untuk dibuang kembali.

Kedua hal tersebut boleh dilakukan meskipun bukan untuk keperluan berwudhu. Namun, perlu diingat jangan sampai air tertelan atau masuk ke dalam tubuh.

3. Mandi dan Berenang

Mandi dan berenang tidak termasuk ke dalam perkara yang membatalkan puasa. Begitu juga dengan memakai pakaian yang dibasahi agar dingin.

4. Keluar Mani dengan Sendirinya

Perkara lainnya yaitu keluar mani dengan sendirinya. Ketika seseorang tidur dalam keadaan berpuasa, kemudian ia bermimpi yang mengakibatkan maninya keluar maka hal tersebut tidak membatalkan puasanya.

Tetapi, apabila hal tersebut dilakukan secara sengaja untuk membangkitkan birahinya, baik melalui imajinasi atau melihat serta mendengar hal-hal yang memicu timbulnya nafsu hingga mengakibatkan maninya keluar, maka puasanya batal.

5. Bersiwak

Bersiwak sama halnya dengan membersihkan gigi. Perkara tersebut tidak membatalkan puasa, tetapi menurut Imam Syafi’i hukum bersiwak makruh apabila telah lewat waktu Dzuhur hingga sore hari.

Hal-hal yang Makruh Dikerjakan saat Puasa

Mengutip buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya oleh R. Syamsul B., M. Nielda dan Fikih Puasa Serial Kajian Ramadhan oleh Mohammad Hafid, Lc., M.H., ada sejumlah hal yang makruh hukumnya jika dikerjakan ketika puasa. Antara lain sebagai berikut,

1. Mengunyah makanan tanpa menelannya (dalam ilmu Fiqih disebut ‘Alqu), mencicipi makanan tanpa ada maksud atau tujuan tertentu

2. Menyelam ke dalam air meskipun untuk mandi wajib karena dikhawatirkan masuknya air ke rongga bagian dalam tubuh, sama halnya dengan berlebih-lebihan dalam berwudhu, berkumur-kumur, atau menggosok gigi hingga dikhawatirkan akan menyebabkan air masuk ke dalam tenggorokan.

3. Meninggalkan makan sahur atau makan sahur jam 12 malam (tidak mengakhirkan) dan mengakhirkan berbuka sementara dirinya mampu menyegerakan.

4. Bersiwak/menggosok gigi pada waktu setelah zawal (masuk waktu Dzuhur). Hal ini berdasarkan pendapat Imam Rofi’i, sedangkan menurut Imam Nawawi, tidak ada kemakruhan sama sekali untuk bersiwak bagi orang yang sedang melakukan puasa meski telah memasuki waktu zawal.

5. Berciuman dan bersenda gurau dengan pasangan (baik suami maupun istri) karena dikhawatirkan akan menjurus kepada hubungan seksual.

6. Berlebihan ketika berbuka. Meskipun telah menahan lapar dan haus selama seharian penuh, dimakruhkan untuk makan secara berlebihan saat berbuka puasa.

7. Sholat tarawih dengan tergesa-gesa (tidak tuma’ninah).

8. Hal-hal lain yang membahayakan puasanya, meskipun itu dibolehkan. Misalnya dengan berbekam (hijamah/mengeluarkan darah), olahraga berlebihan dan bekerja berlebihan, karena dikhawatirkan akan memperlemah orang yang berpuasa.

Demikian pembahasan terkait apakah ngupil dapat membatalkan puasa. Semoga bermanfaat.

Simak Video “Tips Puasa Sehat: Jaga Pola Makan hingga Jangan Lupa Olahraga!
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/lus)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.