Lompat ke konten

7 Pertanyaan Seputar Puasa di Bulan Ramadan yang Sering Ditanyakan


Jakarta

Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap umat Islam yang sudah baligh dan berakal, bahkan Allah SWT secara langsung memerintahkan puasa kepada umatnya dalam Al-Qur’an.

Perintah puasa terkandung dalam surah Al-Baqarah ayat 183:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dengan perintah wajib ini, di bulan Ramadan umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh ibadah puasa. Namun masih banyak muslim yang tidak tahu hukum dan aturan berpuasa. Berikut ini tujuh pertanyaan seputar puasa Ramadan yang sering membuat bingung.

7 Pertanyaan Seputar Puasa Ramadan

1. Apakah Menelan Ludah Membatalkan Puasa?

Dari Kitab Fikih Sehari-hari 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian ditulis oleh A.R. Shohibul Ulum Puasa tidak batal hanya karena menelan ludah yang suci.

Maksudnya menelan ludah dari seluruh area rongga mulut maka tidak batal, namun jika sengaja mengumpulkan air ludah dalam mulut untuk ditelan kembali, ada dua pendapat, yaitu:

Pendapat pertama mengatakan tidak batal, pendapat kedua mengatakan menelan ludah yang dikumpulkan membatalkan puasa.

Imam Al-Nawawi dalam AL-Majmu Syarah al-Muhadzhabzab berkomentar, “Pendapat paling shahih tidak membatalkan puasa, jika ludah terkumpul tanpa sengaja, misal karena banyak berbicara atau lainnya, tanpa sengaja tertelan, tidak membatalkan puasa tanpa ada perbedaan (Khilaf).

2. Apakah Muntah Membatalkan Puasa?

Dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya DR. Thâriq Muhammad Suwaidân, jika sengaja muntah sampai mulutnya penuh puasanya batal, wajib qadha tanpa kafarat.

Menurut Hanafi dan Hambali, jika muntahan sedikit saja tidak membatalkan puasa. Menurut Syafi’i meskipun sedikit saja tetap membatalkan puasa, wajib qadha tanpa kafarat.

Menurut Maliki hukumnya wajib qadha dan kafarat. Menurut Hambali hukumnya tidak membatalkan, dan tidak wajib kafarat.

Kemudian, 4 Imam (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) berpendapat bila muntah secara terpaksa (Tidak disengaja) hukumnya tidak membatalkan puasa, namun apabila dengan sengaja menelan kembali, menjadi membatalkan puasa, wajib qadha tanpa kafarat. Meski muntahan sedikit (Hambali).

3. Apakah Marah Membatalkan Puasa?

Marah tidak akan membatalkan puasa seseorang, namun dapat menghilangkan pahala puasanya.

4. Apakah Suntik Membatalkan Puasa?

Dari buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi mayoritas ulama sepakat bila suntik dan infus tujuannya pengobatan tidak membatalkan puasa. Alasannya karena suntik tidak mempunyai tujuan yang sama dengan makan dan minum, sehingga tidak bisa dianggap sama dengan makan dan minum.

Berbeda bila suntik dan infus yang bertujuan untuk menguatkan badan sebagai pengganti makan dan minum bagi pasien yang tubuhnya lemah atau tidak berkenan mengkonsumsi makanan.

Mayoritas ulama berpendapat hal tersebut membatalkan puasa. Alasannya karena ada kemiripan dengan makan dan minum.

5. Apakah Bekam Membatalkan Puasa?

Dilansir dari Fiqih Nawazil Empat Perspektif Pendekatan Ijtihad Kontemporer ditulis oleh Dr. Helmi Basri, Lc., M.A. Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dalam salah satu riwayat dalam mazhab Hambali berpendapat bahwa bekam tidak membatalkan puasa.

Berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas RA, “Rasulullah SAW berbekam dan dia dalam keadaan berpuasa.” (HR. Imam al-Bukhari:1939)

6. Apakah Ibu Hamil Wajib Puasa?

Dari buku Kitab Fikih Sehari-hari 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian ditulis oleh A.R. Shohibul Ulum dikatakan wanita hamil tetap wajib berpuasa.

Apabila khawatir akan muncul efek negatif pada janin ataupun pada ibunya, maka makruh berpuasa dan boleh tidak berpuasa.

Selain itu, jika yakin berpuasa akan timbul efek negatif, wanita hamil tidak mesti berpuasa, dan haram hukum apabila tetap berpuasa.

7. Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa?

Dilansir dari buku Syarah Fathal Qarib Diskursus Ubudiyah Jilid Satu Karya Tim Pembukuan Mahad Al-Jamiah Al-Aly UIN Malang.

Mimpi basah dialami oleh seseorang di siang hari bulan Ramadan tidak akan membatalkan puasanya, dan tetap berkewajiban menjalankan sampai waktu berbuka, namun mesti mandi wajib.

Hadits Nabi SAW: “Tiga hal yang tidak membatalkan puasa : bekam, muntah, dan mimpi basah.” (HR. Tirmidzi).

Simak Video “Tips Puasa Sehat: Jaga Pola Makan hingga Jangan Lupa Olahraga!
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.